Mangkok bakso sekali pakai termasuk peralatan makan praktis. Harganya pun lebih ekonomis daripada jenis mangkok jago. Harga 1 lusin mangkok jago keramik sendiri bervariasi bisa sampai Rp115.000. Sementara mangkok untuk bakso seperti halnya paper bowl hanya sekitar Rp10.000 per lusin. Meskipun harganya murah, namun fungsi mangkok tersebut sangatlah baik.
Baca Juga: Mangkok Bakso Keramik: Pilihan Elegan untuk Penyajian Makanan

Popularitas Mangkok Bakso Sekali Pakai
Mangkok sekali pakai (paper bowl) sudah semakin populer di dunia bisnis kuliner. Biasanya mangkok tersebut digunakan untuk wadah mie ayam hingga bakso dan terbukti food grade. Mangkok ini juga diberikan ketika membeli bakso untuk dibawa pulang.
Bukan tanpa alasan kenapa popularitas mangkok ini kian tinggi. Alasannya bukan hanya karena praktis dan food grade saja, namun juga banyaknya kelebihan yang dimilikinya. Berikut beberapa keunggulannya.
- Ramah lingkungan. Terlebih lagi jika menggunakan kertas biopaper. Hal ini karena mangkok dari serat alami dapat terurai 90% dalam waktu sekitar 90 hari dengan media kompos rumahan.
- Tahan panas. Mangkok ini berlapis khusus sehingga bisa menahan suhu bakso panas sampai 90⁰C tanpa degradasi signifikan. Mangkok tak akan bocor. Suhu 90⁰C jadi batas krusial bagi lemak kaldu bakso agar tidak merusak lapisan laminasi.
- Tampilan modern dan kekinian. Namun pastikan sudah bersertifikasi FSC sebab menjamin kertas berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab.
- Bisa dikustomisasi untuk promosi atau branding. Caranya hanya dengan menambahkan logo ataupun desain branding di permukaan mangkok.
- Ukuran bervariasi seperti halnya 17, 22 dan 27 Oz. Berdasarkan penggunaan di lapangan, paper bowl 22 Oz adalah ukuran paling ideal untuk porsi bakso standar agar kuah tidak tumpah saat dibawa driver ojek online.
Popularitas paper bowl semakin tinggi karena juga bisa digunakan saat mengadakan acara dengan menyediakan hidangan berkuah seperti halnya tab.packaging. Paper bowl ini bersifat hot food friendly, food grade dan FDA approved sehingga aman untuk kesehatan sekaligus mendukung kelestarian lingkungan. Paper bowl juga leak proof sehingga tidak bocor saat diberi kuah maupun santan.
Paper Bowl PE vs Biopaper
PE (polyethylene) dan biopaper polyactic acid (PLA) termasuk jenis bahan pelapis utama paper bowl yang sudah populer saat ini. Keduanya memiliki keistimewaan tersendiri. Jika ingin menggunakan salah satunya, bisa perhatikan perbandingannya.
Apabila menyukai paper bowl yang biodegradable, pilih saja jenis bahan lapisan PLA. Beda dengan PE yang tidak biodegradable, PLA 100% biodegradable sebab terbuat dari pati jagung atau tetes tebu (bahan terbarukan).
Namun jika ingin menggunakan paper bowl lebih tahan panas, PE memiliki toleransi suhu lebih tinggi dari PLA. PLA biasanya mulai melemah pada >80⁰C. Laminasi PLA umumnya memiliki titik pelunakan (glass transition temperature) pada kisaran hingga , sehingga kurang disarankan untuk kuah yang baru saja mendidih. Biaya produksi paper bowl PLA juga lebih tinggi.
Gunakan PLA untuk branding ramah lingkungan pada menu dingin/hangat. Sementara PE untuk menu bakso kuah mendidih. Jangan hanya melihat harga. Jika menu utama adalah bakso dengan kuah lemak yang sangat panas, investasi pada paper bowl laminasi PE adalah keputusan paling aman. Hal ini untuk menghindari risiko kebocoran di tangan pelanggan.
Baca Juga: Sejarah Mangkok Bakso Jago yang Melegenda
Mangkok bakso sekali pakai memang cocok digunakan di era serba modern dan praktis sekarang ini. Terlebih lagi bagi siapa saja yang tengah menekuni usaha kuliner seperti halnya jualan bakso.

Saya adalah influencer yang berpengalaman dalam membagikan ulasan seputar alat dapur, terkhusus mangkok. Berbekal pemahaman saya dalam mengikuti perkembangan jenis mangkok, semua jenisnya sudah pasti aman digunakan pengguna dan sesuai kebutuhan.



