Mangkok Batok Kelapa sebagai Peralatan Makan Alami dan Fungsional

Posted on

Mangkok batok kelapa semakin diminati sebagai pilihan peralatan makan yang ramah lingkungan, fungsional dan aman. Terbuat dari tempurung kelapa pilihan, bahan mangkok ini tidak hanya unik secara tampilan, tapi juga memiliki fungsi yang sangat beragam. 

Baca Juga: Keunggulan dan Efisiensi Mangkok Plastik Sekali Pakai untuk Kebutuhan Kuliner

Mangkok Batok Kelapa sebagai Peralatan Makan Alami dan Fungsional
Mangkok batok kelapa memiliki pori-pori kecil, sehingga sisa makanan tidak mudah menempel. Foto: Istimewa

Daya Tarik Penggunaan Mangkok Batok Kelapa

Bersumber dari SD World Impex, produsen produk pertanian Internasional di India, lebih dari 50 miliar kelapa di produksi setiap tahun di seluruh dunia. Mendaur ulang material ini menjadi produk bermanfaat bisa mengurangi limbah sekaligus mengurangi polusi lingkungan. Hal tersebut sangat membantu mengurangi pengambilan mineral dari tanah. 

Tahan Panas

Mangkok batok memiliki ketahanan yang baik pada suhu panas. Mangkok ini tetap aman untuk menyajikan makanan hangat, tanpa khawatir berubah bentuk atau rusak. Hal tersebut menjadikannya cocok untuk berbagai jenis hidangan berkuah dan makanan pedas.

Saat diisi sup panas, dinding luar mangkok tidak akan menjadi panas menyengat seperti mangkok kaca, sehingga sangat nyaman digenggam meski tanpa alas. Meskipun tahan panas, mangkok batok sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam microwave atau dishwasher karena bisa retak

Kuat dan Alami

Mangkok batok memiliki struktur keras yang kuat secara alami. Lewat pengolahan yang tepat, mangkok tidak mudah pecah dan tahan untuk digunakan dalam waktu lama. Selain itu, mangkok juga ramah lingkungan dan aman untuk makanan. 

Pori-pori Kecil dan Higienis

Permukaan mangkok batok kelapa memiliki pori-pori yang sangat kecil, sehingga sisa makanan tidak mudah menempel. Hal ini membantu menjaga kebersihan mangkok sekaligus mengurangi risiko batu tidak sedap setelah digunakan. 

Kegunaan Mangkok Batok

Berdasarkan daya tariknya tersebut, mangkok batok banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, sebagai berikut. 

1. Mangkok Makan Sehari-hari

Mangkok batok cocok digunakan sebagai wadah dari berbagai jenis makanan. Misalnya saja, mangkok ini bisa memberikan kesan alami dan tradisional yang menarik ketika digunakan sebagai wadah nasi putih, mie dan lainnya. 

Sementara itu, mangkok juga aman untuk makanan bertekstur lembut. Mulai dari bubur hingga makanan berkuah, seperti sup, rawon dan kuah santan. 

Bahkan, mangkok batok cocok untuk berbagai sajian dingin, seperti es buah dan es doger. Penggunaan mangkok ini bisa disesuaikan dengan bentuk dan penyajian yang terlihat pas. 

Mangkok batok memiliki tekstur serat alami yang memberikan grip (pegangan) yang mantap dan tidak mudah selip. Bahkan saat tangan dalam kondisi sedikit basah.

Mangkok batok ini bisa dibeli dengan mudah di berbagai e-commerce. Salah satunya adalah produk dari Bali Miho, toko e-commerce di Shopee. Produk ini dijual dengan harga mulai dari Rp14.000 – Rp28.000, tergantung ukuran dan variasi produk. 

Menurut ulasan pengguna di Shopee, mangkok batok kelapa ini sudah mendapatkan rating 4.8/5.0 dari 111 penilaian. Menurut ulasan pengguna, produk recommended untuk dibeli. Setelah datang, ukuran produk lebih besar ketimbang gambar yang dibayangkan. Finishing-nya rapi tanpa ada bagian yang pecah. Setelah dicoba dimasukkan ke dalam kulkas, makanan dengan batok bisa terasa lebih segar. 

2. Souvenir atau Oleh-oleh

Selain kebutuhan peralatan makan, mangkok batok juga banyak difungsikan sebagai souvenir. Bentuknya yang alami dan unik menjadikannya pilihan berbeda dari souvenir pada umumnya. Produk bisa dijadikan pilihan souvenir untuk acara keluarga, arisan atau bingkisan khusus. 

Ketika membeli mangkok batok, pastikan bahwa produk sudah memiliki spesifikasi yang food-grade. Sebab, beberapa pengrajin seringkali menggunakan pernis kimia agar mengkilap. Namun untuk peralatan makan, pilihlah produk yang menggunakan beeswax atau minyak kelapa sebagai pelapisnya. 

Perbandingan Finishing Mineral Oil vs Beeswax untuk Mangkok Kelapa

Mineral oil merupakan bahan yang tidak berwarna, tidak berbau dan aman untuk mangkok batok. Bahan ini mudah diaplikasikan ulang secara teratur. Bahan juga tidak mengubah warna dan tekstur batok. Soal harga, mineral oil mudah didapatkan dengan harga terjangkau. Sayangnya, mineral oil perlu diaplikasikan ulang secara berkala. Belum lagi, bahan hanya memberikan perlindungan permukaan, bukan penyegelan mendalam. 

Sementara itu, beeswax memberikan kilau alami lembut dan lapisan perlindungan yang sedikit tebal ketimbang mineral oil. Bahan ini 100% alami dan tidak beracun. Beeswax juga bisa meningkatkan warna dan memberikan kilau lembut dengan lapisan tahan air. Sayangnya, beeswax membutuhkan lebih banyak usaha untuk mengaplikasikannya. Bahan juga bisa meninggalkan residu jika dipakaikan berlebihan. 

Saran Perawatan

Setelah sering digunakan, mangkok kelapa bisa menjadi kusam dan kering. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kilau dan warna wangkok.

Caranya, cukup teteskan minyak kelapa pada kain lembut dan bersih. Lalu, usap ke seluruh permukaan mangkok. Lewat perawatan sederhana ini, mangkok bisa tetap berkilau dan terhindar dari risiko kusam dan jamur. 

Baca Juga: Model dan Jenis Mangkok Kayu Jati

Selain mendukung gaya hidup berkelanjutan, mangkok batok kelapa juga membantu mengurangi limbah yang seringkali terbuang. Lewat proses penghalusan dan finishing yang tepat, mangkok ini tergolong aman untuk penggunaan jangka panjang.